Kalian Dengarkanlah keluhanku, Ebit Gad


Kalian Dengarkanlah keluhanku, Ebit Gad
Dari pintu ke pintu
Kucoba tawarkan nama
Demi terhenti tangis anakku dan keluh Ibunya
Tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga
Seperti hendak telanjangi dan kuliti jiwaku
Apakah buku diri ini
Harus selalu hitam pekat
Apakah dalam sejarah koran kumesti jadi pahlawan
Sedangkan Tuhan di atas sana
Tak pernah menghukum
Dengan sinar matanya yang lebih tajam dari matahari

Reff
Kemanakah sirnanya nurani embun pagi
Yang biasanya ramah
Kini membakar hati
Apakah bila ternajur salah
Akan tetap dianggap salah
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi untuk kembali

Kembali dari keterasingan
Ke bumi berada
Ternyata lebih menyakitkan
Dari derita panjang
Tuhan bimbinglah batin ini
Agar tak gelap mata
Tersampailah rasa inginku
Kembali bersatu

Kemanakah sirnanya nurani embun pagi
Yang biasanya ramah
Kini membakar hati

Apakah bila ternajur salah
Akan tetap dianggap salah
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi untuk kembali

(https://www.youtube.com/watch?v=M22UVpLqGKU)

Iklan
Dipublikasi di Media | Tag | Meninggalkan komentar

Memotivasi siswa menjawab pertanyaan memang baik ,akan tetapi….


Memotivasi siswa menjawab pertanyaan memang baik dan sejak dulu dilakukan guru, akan tetapi memotivasi siswa bertanya adalah jauh lebih baik. Permasalahannya adalahmasih banyak siswa yanbg belum benar dalam memanfaatkan teknik bertanya menurut Bahasa indonesia yang baku. Misalnya, teknik bertanya, sbb:
1. penggunaan intonasi akhir kalimat(bahasa lisan) dan tanda tanya dalam bahasa tulis.Teknik ini bila siswa yang bwrtanya memerlukan jawaban “ya” atau “tidak/bukan”
contoh: Semua cerita lucu disebut anekdot? jawabnya “tidak”
2. penggunaan partikel penanya yang masih lazim digunakan, seperti”kah”
contoh: Bisakah kamu menuliskan contoh penggunaan partisipan pronomina dalam cerita anekdot?
teknik ini juda memerlukan jawaban “ya” atau “tidak/bukan”
3. Penggunaan kata-ganti penanya(question word), seperti” apa, siapa, mengapa, berapa, diuapakan, apakah, mana, di mana, dari mana, ke mana, manakah, yang mana, bilamana, kapan.,dsb
teknik yang ketiga ini siswa perlu memahami fungsi dan penggunaan dalam kalimat tanya,
contoh yang salah: apakakah kamu sudah mengerti?9kalimat tanya ini pengaruh bahasa jawa, seharusnya “apa” berfungsi untuk menanyakan yang jawabannya benda)
Contoh yang benar: Sudah mengertikah kamu?
Apa yang sudah kamu pahami?
Bagi guru tidak perlu mengajarkan teknik bertanya seperti di atas akan tetapi selalu intensif mengamati pertanyaan siswa dan memberi penjelasan bila pertanyaan siswa salah.

Dipublikasi di REFERENCES

Pengelolaan kelas Masa Kini


Lingkungan kelas yang kondusif, nyaman, menyenangkan, dan bersih berperan penting dalam menunjang keefektivan belajar. Lingkungan juga akan mempengaruhi mental siswa secara psikologis dalam menerima informasi dari guru di dalam kelas. Dengan menggunakan berbagai strategi dan metode tertentu siswa dapat menerima stimulus dengan memanfaatkan lingkungan sekitar kelas untuk membantu mengejar prestasinya. Pengggunaan humor di dalam kelas bertujuan untuk menghiasi interaksi guru dengan siswanya dalam pembelajaran. Humor membuat komunikasi menjadi lebih terbuka. Dengan humor kita dapat menikmati proses kerja yang memerlukan pemikiran serius seperti menilai, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Humor dapat menciptakan hubungan guru dengan siswa yang harmonis.                                                Kata Kunci : pengelolaan, kelas yang dinamis dan humor.

Mengatur lingkungan fisik bagi pengajaran merupakan titik mula yang logis untuk pengelolaan ruang kelas karena hal ini merupakan sebuah tugas yang dihadapi semua guru sebelum sekolah mulai. Banyak guru merasa lebih mudah merencanakan aspek pengelolaan ruang kelas lainnya begitu mereka mengetahui bagaimana unsur fisik dari ruang kelas akan diatur. Pengelolaan kelas merupakan masalah tingkah laku yang kompleks, dan guru menggunakannya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mencapai tujuan pengajaran secara efisien dan memungkinkan mereka dapat belajar. Setiap guru masuk ke dalam kelas, maka pada saat itu pula ia menghadapi dua masalah pokok, yaitu masalah pengajaran dan masalah manajemen. Masalah pengajaran adalah usaha membantu anak didik dalam mencapai tujuan khusus pengajaran secara langsung, misalnya membuat satuan pelajaran, penyajian informasi, mengajukan pertanyaan, evaluasi, dan masih banyak lagi. Sedangkan masalah manajemen adalah usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Misalnya, memberi penguatan, mengembangkan hubungan guru dan anak didik, membuat aturan kelompok yang produktif. Kadang – kadang sukar untuk dapat membedakan mana masalah pengajaran dan mana masalah manajemen. Masalah pengajaran harus diatasi dengan cara pengajaran, dan masalah pengelolaan harus diatasi dengan cara pengelolaan.

A. Paparan Kelas merupakan taman belajar bagi siswa dan menjadi tempat mereka tumbuh dan berkembang baik secara fisik, intelektual maupun emosional. Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu kelas harus dikelola sedemikian rupa sehingga dapat merupakan taman belajar yang menyenangkan. Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak didik sehingga mencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Ketika kelas terganggu, guru berusaha mengembalikannya agar tidak menjadi penghalang bagi proses belajar mengajar. Kelas harus dirancang dan dikelola dengan saksama agar memberi hasil yang maksimal. Pendekatan atas pengelolaan kelas sangat tergantung pada kemampuan, pengetahuan, sikap guru terhadap proses pembelajaran, dan hubungan siswa yang mereka ciptakan. Ada beberapa macam jenis kelas yang dapat kita amati. Ketika kita menemui kelas yang selalu gaduh. Guru harus bergelut sepanjang hari untuk menguasai kelas, tetapi tidak berhasil sepenuhnya. Petunjuk dan ancaman yang sering diabaikan, dan hukuman tampaknya lebih efektif. Sedangkan kelas yang termasuk gaduh, tetapi suasananya lebih positif. Guru mencoba untuk membuat sekolah tempat yang menyenangkan bagi siswanya dengan memperkenalkan permainan dan kegiatan kesenian, pameran kerajinan siswa. Akan tetapi, jenis kelas ini juga masih menimbulkan masalah. Banyak siswa kurang memberi perhatian di kelas dan tugas sekolah tidak diselesaikan dengan baik atau tugas tersebut dikerjakan sembarangan. Hal ini dapat terjadi walaupun guru memberi kegiatan akademik yang minimal dan mencoba semaksimal mungkin agar kegiatan akademik tersebut menyenangkan. Pada kelas yang tenang dan disiplin, baik karena guru telah menciptakan banyak aturan maupun meminta agar aturan tersebut dipatuhi. Pelanggaran langsung dicatat dan diikuti dengan peringatan tegas, dan bila perlu disertai dengan hukuman. Guru sering menghabiskan banyak waktu dengan melakukan hal ini karena ia dengan cepat dapat memerhatikan bentuk pelanggaran. Ia tampak berhasil menanamkan disiplin karena siswa biasanya patuh. Akan tetapi, suasana kelas menjadi tidak nyaman. Ketenangan yang demikian hanya tampak di permukaan saja karena ketika guru meninggalkan kelas, kelas akan menjadi gaduh dan kacau. Kelas yang menggelinding dengan sendirinya. Guru menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengajar dan tidak untuk menegakkan disiplin. Siswa mengikuti pelajaran dan menyelesaikan tugas dengan kemauannya sendiri tanpa harus dipelototi oleh guru. Siswa yang tampak terlibat dalam tugas pekerjaan saling berinteraksi sehingga suara muncul dari beberapa tempat secara bersamaan. Akan tetapi, suara tersebut dapat dikendalikan dan para siswa menjadi giat serta tidak saling mengganggu. Apabila suara timbul dan terasa sedikit mengganggu, guru memberi sedikit peringatan dan kelas menjadi tenang dan kondusif. Siapa pun akan melihat kelas semacam ini begitu hangat dan menghasilkan prestasi yang membanggakan. Sebagai seorang guru kita perlu memahami kiat dan siasat dalam mengelola kelas. Hampir setiap tahun siswa yang mereka hadapi silih berganti. Kiranya berikut ini dapat dipakai guru dalam menyiasati keadaan kelas sehingga kelas yang diampunya selalu lebih dinamis, hidup, serta merangsang kreativitas dan prestasi siswa. Pengelolaan kelas yang dilakukan guru bukan tanpa tujuan. Karena ada tujuan itulah guru selalu berusaha mengelola kelas, walaupun terkadang kelelahan fisik maupun pikiran dirasakan. Guru sadar tanpa mengelola kelas dengan baik, maka akan menghambat kegiatan belajar mengajarnya. Itu sama saja membiarkan jalannya pengajaran tanpa membawa hasil, yaitu mengantarkan anak didik dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak berilmu menjadi berilmu. Tentu tidakperlu diragukan bahwa setiap kali masuk kelas guru selalu melaksanakan untuk menciptakan kondisi kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan pengelolaan kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas untuk berbagai macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa. Masalah pengelolaan kelas bukanlah merupakan tugas yang ringan. Berbagai faktorlah yang menyebabkan kerumitan itu. Secara umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern siswa dan faktor ekstern siswa. Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa dengan ciri khasnya menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya secara individual. Perbedaan secara individual ini dilihat dari segi aspek, yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis. Sedangkan faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa di kelas, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas maka akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa dikelas maka akan cenderung lebih kecil terjadi konflik. Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas, prinsip pengelolaan kelas dapat dipergunakan. Seorang guru harus mengetahui dan menguasai beberapa prinsip pengelolaan kelas diantaranya : Hangat dan Antusias, dalam proses belajar mengajar guru yang hangat dan akrab dengan anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktivitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas. Tantangan, penggunaan kata – kata, tindakan, cara kerja atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Bervariasi, penggunaan alat bantu atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya ganggauan terlebih kevariasian tersebut merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan. Keluwesan, tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan anak didik serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif sehingga dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan anak didik, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas, dan sebagainya. Penekanan pada hal yang positif, penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak didik yang positif daripada mengomeli tingkah laku yang negatif untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Penanaman disiplin diri, tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru pun harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal. Jika kita bekerja di lingkungan yang ditata dengan baik, maka lebih mudahlah untuk mengembangkan dan mempertahankan sikap juara. Dan sikap juara akan menghasilkan pelajar yang lebih berhasil. Dengan mengatur lingkungan, kita mengambil langkah pertama yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar secara keseluruhan. Kenyataannya, satu alasan mengapa program pembelajaran begitu sukses dalam membantu seseorang menjadi pelajar yang lebih baik, ini karena kita berjuang untuk menciptakan lingkungan yang optimal, baik secara fisik maupun mental. Gagalnya seorang guru mencapai tujuan pengajaran sejalan dengan ketidakmampuan guru dalam mengelola kelas. Pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting dikuasai oleh guru dalam kerangka keberhasilan proses belajar mengajar. Keanekamacaman masalah perilaku siswa dapat menimbulkan beberapa masalah dalam pengelolaan kelas diantaranya: Pertama kurang kesatuan, dengan adanya kelompok dan pertentangan jenis kelamin. Kedua tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok. Ketiga reaksi negatif terhadap anggota kelompok. Keempat kelas mentoleransi kekeliruan temannya ialah menerima dan mendorong perilaku siswa yang keliru. Kelima mudah mereaksi negatif/terganggu. Keenam moral rendah, permusuhan, agresif. Ketujuh tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang berubah. Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan pengaturan/penataan ruang kelas. Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar, hal berikut perlu diperhatikan: ukuran dan bentuk kelas, bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa, jumlah siswa dalam kelas, jumlah siswa dalam setiap kelompok, jumlah kelompok dalam kelas, komposisi siswa dalam kelompok. Dalam belajar siswa memerlukan tempat duduk. Tempat duduk mempengaruhi siswa dalam belajar. Bila tempat duduknya bagus, tidak terlalu rendah, tidak terlalu besar, bundar, persegi panjang, sesuai dengan keadaan tubuh siswa, maka siswa akan dapat belajar dengan tenang. Bentuk dan ukuran tempat yang digunakan sekarang banyak macamnya, ada yang satu tempat duduk dapat diduduki oleh beberapa orang, ada pula yang hanya dapat diduduki oleh seorang siswa. Sebaiknya tempat duduk siswa itu ukurannya jangan terlalu besar agar mudah diubah formasinya. Ada beberapa bentuk formasi tempat duduk yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Apabila pengajaran itu akan ditempuh dengan cara berdiskusi, maka formasi tempat duduknya sebaiknya berbentuk melingkar. Jika pengajaran ditempuh dengan metode ceramah, maka tempat duduknya sebaiknya berderet memanjang ke belakang. Ruang di dinding dan papan buletin menyediakan wilayah untuk menampilkan pekerjaan siswa, material yang relevan dengan pembelajaran, benda penghias, tugas, peraturan, jadwal, jam dinding, dan hal menarik lainnya. Ruang di langit juga bisa digunakan untuk menggantung benda yang bisa dipindahkan, dekorasi, dan pekerjaan siswa. Aturlah perabotan dan perlengkapan sehingga bisa dengan mudah mengawasi siswa dari berbagai sudut ruangan di mana akan bekerja. Para siswa sebaiknya bisa melihat tempat duduk guru, layar OHP, papan tulis, dan wilayah lainnya yang akan digunakan untuk presentasi seisi kelas. Perabotan lainnya, seperti lemari arsip dan lemari penyimpanan, harus ditempatkan di samping meja guru agar mudah dijangkau karena benda tersebut bersifat fungsional. Perlengkapan yang jarang digunakan bisa dengan aman dijauhkan dari sudut ruangan. Perabotan yang berisi benda yang sering digunakan harus cukup dekat. Lemari buku sebaiknya diletakkan di belakang agar tidak menghalangi pandangan siswa untuk melihat papan tulis. Lemari buku berisi benda yang sering digunakan, seperti kamus, buku bacaan, pekerjaan siswa, arsip guru. Penataan keindahan dan kebersihan kelas, seperti halnya hiasan dinding (pajangan kelas) hendaknya di manfaatkan untuk kepentingan pengajaran, misalnya: burung garuda, teks proklamasi, slogan pendidikan, para pahlawan, peta. Lain halnya dengan pemeliharaan kebersihan, siswa bergiliran untuk membersihkan kelas. Guru memeriksa kebersihan dan ketertiban kelas. Di dalam sebuah ruang kelas haruslah ada ventilasi yang telah disesuaikan dengan ruang kelas tersebut. Pengaturan cahaya juga harus diperhatikan, cahaya yang masuk harus cukup. Masuknya dari arah kiri, jangan berlawanan dengan bagian depan. Kita dapat memasang berbagai macam poster ikon yang berupa hal yang berkaitan dengan bahan pelajaran. Pasang poster ikon tersebut hingga pelajaran yang bersangkutan selesai. Lalu, pindahkan ke bagian yang lain, agar tempatnya bisa digunakan untuk poster unit berikutnya. Poster ikon sebelumnya tetap dipajang yang nantinya akan menjadi pengingat sadar dan tidak sadar untuk informasi dari awal pelajaran hingga saat itu. Setelah siswa menjadi terbiasa dengan konsep pokok dalam bentuk gambar, mintalah mereka membuat poster untuk unit mendatang. Kita dapat mengambil selangkah lebih jauh dan menggunakan poster ikon untuk mengintip “acara yang akan datang”. Tempatkan poster ikon unit selanjutnya pada dinding sebelah kanan, tempat untuk bahan pelajaran yang akan datang. Jika materi ditampakkan dengan cara demikian, minat siswa akan terpicu: “tentang apa yang ada poster itu?”. Berbagai persamaan dan perbedaan kepribadian siswa di atas, berguna dalam membantu usaha pengaturan siswa di kelas. Terutama berhubungan dengan masalah bagaimana pola pengelompokan siswa guna menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan kreatif, sehingga kegiatan belajar yang penuh kesenangan dan bergairah dapat bertahan dalam waktu yang relatif lama. Gunakan warna untuk memperkuat pengajaran dan belajar siswa. Gunakan warna hijau, biru, ungu, dan merah untuk kata yang penting, jingga dan kuning untuk menggarisbawahi, serta hitam dan putih untuk kata penghubung seperti “dan”, “sebuah”, “dari”, dll. Faktor yang mendukung terciptanya kondisi fisik yang kondusif terhadap pelaksanaan pembelajaran perlu mendapat perhatian serius. Penelitian tentang pengaruh fisik kelas terhadap hasil belajar akan difokuskan pada empat hal, yaitu pertama pengaturan ruangan, kursi, meja. Kedua pemasangan poster ikon. Ketiga pemasangan poster afirmasi. Keempat pemberian dan penataan bunga di dalam kelas. Pengaturan ruangan, kursi, dan meja dimaksud untuk mendapatkan suasana baru. Diatur sedemikian rupa sehingga muncul suatu kebersamaan dan saling kenal secara sosial antara satu siswa lainnya. Paling tidak dapat dihilangkan kondisi kurang mengenakkan antara siswa yang duduk di depan dan di belakang kelas. Poster ikon dipasang untuk memberikan stimulus terhadap mereka tentang pokok bahasan yang sedang mereka pelajari atau yang telah lalu. Poster ikon ini digunakan sebagai pemicu memori untuk mengingat kembali beberapa hal yang telah mereka pelajari sebelumnya. Pemasangan poster afirmasi dimaksudkan untuk memberikan motivasi, sikap mental positif dalam belajar. Mereka senantiasa termotivasi saat melihat poster afirmasi yang mendorong untuk maju terus. Pengaturan tanaman dan kembang untuk memberikan keindahan, suasana nyaman, dan kesejukan. Suasana nyaman, indah dan menyenangkan, di suatu ruang kelas, akan meningkatkan gairah dan motivasi belajar siswa. Dengn demikian suasana seperti ini akan dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap peningkatan hasil belajar. Hampir semua sekolah menggunakan papan tulis, tetapi ada yang sudah menggunakan white board. Namun, bagaimana menggunakan papan tulis secara berdaya guna dan menarik?. Titik pusat proses pembelajaran yang sehat dan berhasil guna terletak pada murid. Peran utama guru untuk memaksimalkan proses pembelajaran siswa tergantung apada rancangan pembelajaran, termasuk pilihan piranti penunjang yang akan diperlukan. Piranti di sini termasuk segala macam alat dan benda yang diharapkan menunjang keberhasilan siswa. Dahulu papan tulis digunakan sebagai tempat menulis bahan ajar yang dicatat oleh guru untuk di salin oleh murid. Salah satu penyebabnya adalah kelangkaan buku ajar. Perubahan teknologi cetak yang cenderung semakin massal dan murah telah memberi kemungkinan dan peluang bagi orang tua dan siswa untuk memiliki buku ajar. Dengan demikian, kebiasaan menggunakan papan tulis sebagai tempat menulis bahan ajar dan disalin oleh siswa tidak perlu diwariskan atau dipertahankan. Siswa hadir di kelas bukan untuk mencatat, tetapi belajar. Secara tradisional, guru kelas lebih sering memanfatkan papan tulis di kelasnya hanya bagi satu orang siswa pada satu kesempatan untuk satu jenis soal atau kegiatan. Papan tulis, memiliki banyak peluang pemakaian baik ditinjau dari aspek waktu maupun ruang. Pada aspek waktu, papan tulis dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Sedangkan dari aspek ruang papan tulis dapat di bagi menjadi beberapa kolom besar dan memiliki mobilitas yang memadai. Jumlah kolom disesuaikan dengan lebar papan tulis dan jenis kegiatan yang sedang berlangsung. Kegiatan seperti menjawab soal hitungan tentu memerlukan kolom yang lebih sempit daripada kegiatan uraian kebahasaan. Dengan demikian, jumlah kolom untuk soal hitungan angka akan lebih banyak daripada soal uraian. Pembelajaran yang didukung oleh suasana kondusif akan memberikan dampak terhadap peningkatan hasil belajar. Suasana itu kebanyakan dipengaruhi berbagai faktor seperti sirkulasi udara dalam ruangan, pencahayaan dan pengaruh musik dalam suasana belajar. Khusus mengenal peran musik dalam mendukung terlaksananya suatu pembelajaran yang efektif telah banyak dibuktikan dalam beberapa penelitian ini. Musik berpengaruh pada guru dan pelajar. Sebagai seorang guru , kita dapat menggunakan musik untuk menata suasana hati, mengubah keadaan mental siswa, dan mendukung lingkungan belajar. Musik membantu pelajar bekerja lebih baik dan mengingat lebih banyak. Musik merangsang, meremajakan, dan memperkuat belajar, baik secara sadar maupun tidak sadar. Musik dapat membantu kita masuk ke dalam situasi belajar optimal. Musik juga memungkinkan kita membangun hubungan dengan siswa. Melalui musik, kita dapat “berbicara dalam bahasa mereka”. Para siswa yang masuk setelah melewatkan jam pelajaran sebelumnya yang kurang menarik dan membosankan akan mengalami masalah dalam pelajaran berikutnya. Cara terbaik untuk membantu mengubah keadaan adalah dengan memainkan musik kontemporer positif yang riang saat mereka tiba. Kita akan mendapatkan perhatian mereka sekaligus memberitahukan bahwa mereka akan melewatkan waktu di kelas kita dengan ringan, positif, dan aktif. Dengan mendengarkan musik kontemporer yang riang antara sesi belajar, tubuh akan terangsang bergerak dan berubah, bukan hanya dalam keadaan mental pelajar, melainkan keadaan psikologis kita juga. Untuk melatih siswa dalam berorganisasi dan dalam rangka menciptakan ketertiban kelas, kiranya perlu dibentuk organisasi siswa di kelas. Pembentukan organisasi kelas merupakan langkah awal untuk melatih dam membina siswa dalam hal berorganisasi. Mereka dilatih untuk belajar bertanggungjawab atas tugas yang dipercayakan. Organisasi siswa dapat membantu guru dalam menyediakan sarana pengajaran, misalnya menyediakan batu kapur, alat peraga, buku paket, mengisi absen siswa atau guru, dan sebagainya. Siswa yang cerdas akan dengan mudah melakukan visualisasi (pemetaan) atas masalah, apa yang dibaca, hasil, pertanyaan, pembicaraan,dan sebagainya. Pemetaan adalah kemampuan seseorang untuk mencari yang inti, bagian (sub), sebab, akibat, dan sebagainya. Ada beberapa model pemetaan untuk melatih cara berpikir siswa diantaranya: siklis, radial, konvergen, perbandingan, hierarkis, linier. Rancangan pembelajaran yang disusun dengan mempertimbangkan model pemetaan bahan ini akan sangat bermanfaat ketika guru merancang proses pembelajaran dengan pendekatan kelompok. Pemetaan bahan akan menjadi sarana yang terarah dan terpadu karena setiap kelompok siswa akan mendapat tugas pembelajaran yang telah dirancang secara menyeluruh sehingga ketika hasil kelompok disatukan akan muncul sebuah pemahaman atas bahan yang satu dan padu.                    Di samping berguna dalam proses kelompok, pemetaan bahan juga memudahkan siswa menangkap inti bahan pembelajaran secara lebih sederhana. Selain karena bentuknya visual, misalnya kotak dan diagram, pemetaan bahan juga dapat membentuk kemampuan siswa untuk mengatur alur pemikirannya. Kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan kelompok menghendaki peninjauan pada aspek individual siswa. Penempatan siswa memerlukan pertimbangan pada aspek postur tubuh siswa, di mana menempatkan siswa yang mempunyai tubuh tinggi atau rendah, di mana menempatkan siswa yang memiliki kelainan penglihatan atau pendengaran, jenis kelamin siswa juga perlu dijadikan pertimbangan dalam pengelompokkan siswa. Siswa yang cerdas, yang bodoh, yang pendiam, yang lincah, dan suka berbicara, suka membuat keributan, yang suka mengganggu temannya, dan sebagaimana. Sebaiknya dipisah agar kelompok tidak didominasi oleh satu kelompok tertentu, agar persaingan dalam belajar berjalan seimbang. Belajar bersama dalam kelompok adalah suatu cara yang dipakai untuk menyelenggarakan pembelajaran dalam bentuk kelompok belajar yang lebih kecil. Siswa dalam satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dan diusahakan agar terdiri atas siswa yang heterogen (campuran) dalam hal kemampuan intelektual, jenis kelamin, dan latar belakang budayanya. Melalui metodenya, belajar bersama secara kooperatif akan menanampakn nilai dan membentuk hati nurani siswa. Keuntungan belajar bersama secara kelompok mempunyai tingkat partisipasi aktif siswa yang lebih tinggi. Makin kecil kelompok belajar makin besar partisipasi aktif siswa.                                          Manfaat belajar bersama dalam kelompok adalah: Memiliki nilai kerjasama dan menanamkan pemahaman dalam diri siswa bahwa saling membantu adalah baik. Membentuk keakraban dan kekompokan di kelas. Hal ini dapat membantu siswa untuk mengenal siswa lain, memerhatikan dan membantu teman sekelas, serta menjadi kerasan baik sebagai anggota kelompok kecil maupun anggota seluruh kelas. Mampu menumbuhkan keterampilan dasar yang diperlukan dalam hidup. Keterampilan itu antara lain sikap mendengarkan, menerima pandangan orang lain, berkomunikasi secara efektif, menyelesaikan konflik, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Meningkatkan kemapuan akademis, rasa percaya diri, dan sikap positif terhadap sekolah. Dapat mengurangi atau bahkan menghapus aspek negatif kompetisi. Saat ini yang mewarnai masyarakat adalah persaingan dan bukan kerja sama. Akibat buruk dari persaingan adalah munculnya rasa tega untuk saling menghancurkan, bahkan membunuh. Ada berbagai macam bentuk belajar bersama dalam kelompok diantaranya belajar secara berpasangan, kelompok belajar mandiri, belajar bersama secara berkelompok, kelompok belajar sistem pakar, kelompok kerja sama dalam tes, regu proyek, proyek satu kelas, catatan untuk kompetisi beregu. Bertanya atau mengajukan pertanyaan merupakan salah satu fungsi pokok bahasa selain fungsi lain seperti menyatakan pendapat, perasaan, mengajukan alasan,mempertegas pendapat, dan sebagainya. Banyak siswa mengalami kesulitan untuk bertanya. Banyak siswa lebih senang menunggu untuk menjawab pertanyaan daripada mempertanyakan sesuatu. Ketika seseorang mampu mempertanyakan dan menemukan jawaban untuk dirinya sendiri, maka pada dasarnya ia telah memahami masalahnya secara mendalam. Jika kita mempertanyakan sesuatu, maka pertanyaan itu selalu berkaitan dengan apa yang telah diketahui dipikiran kita. Makin baik kita membuat pertanyaan makin baik pula pemikiran kita, khususnya kemampuan berpikir kritis kita. Latihan bertanya dapat dimulai dengan bertanya tentang apa, siapa, yang mana, di mana, mengapa, dan bagaimana. Bobot pertanyaan yang diajukan, baik guru maupun oleh siswa, berfungsi untuk mengembangkan daya nalar dan daya pikir kreatif siswa. Bobot pertanyaan guru tidak ditentukan oleh jumlah atau variasi pertanyaan yang diajukan kepada siswa. Makin sering siswa menjawab pertanyaan makin pandai siswa tersebut atau makin aktiflah dinamika kelas. Dalam menyusun pertanyaan, guru harus mengantisipasi berbagai kemungkinan termasuk jawaban yang keliru. Jawaban siswa memang dapat dijadikan tolak ukur atas penguasaan bahan ajar yang telah diterimanya. Tetapi hal yang justru penting yaitu bahwa kebanyakan guru kurang mendorong siswa untuk menilai jawabannya sendiri. Hal yang serupa ialah bahwa kelas kurang diberi kesempatan untuk menilai jawaban siswa tertentu, terlepas apakah isi jawaban itu benar atau salah. Reaksi guru terhadap jawaban seorang siswa dalam bentuk pertanyaan yang memancing pendapat siswa lain sangatlah bermanfaat. Pertanyaan faktual jangan dianggap tidak perlu. Pertanyaan faktual sangat perlu bila guru ingin membantu siswa mempelajari keterampilan dasar. Akan tetapi, setelah guru mengajukan pertanyaan faktual dengan menggunakan tanya seperti apa, siapa, mengapa, bagaimana,di mana, dan kapan, ia perlu mengaitkannya dengan jenis pertanyaan lainnya sehingga siswa dapat mempertimbangkan implikasi dari fakta yang terungkap. Dengan kata lain, kedalaman dan keluasaan makna jawaban akan memberi perolehan pengetahuan secara lebih lengkap dan utuh. Gabungan antara pertanyaan yang menggali dan dikaitkan dengan pertanyaan faktual akan mendorong kelas siap untuk melakukan eksplorasi atas bahan ajar. Bila jawaban siswa belum lengkap, sebaiknya guru memancing siswa yang bersangkutan untuk melengkapi dengan pancingan yang menggelitik. Bagi siswa yang tidak mampu menjawab dengan benar, guru sebaiknya mengubah pertanyaannya. Namun meski pertanyaan telah diubah, tetapi siswa tersebut juga belum mampu menjawab dengan benar, barulah ia mengalihkan pertanyaan tersebut kepada siswa lain dengan tanpa mempermalukan siswa tadi. Interaksi antara guru dan siswa merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Jika seorang guru ingin komunitas belajarnya menjadi tempat yang meningkatkan kesadaran, daya dengar, partisipasi, umpan balik, dan pertumbuhan serta emosi dihargai, maka suasana kelas termasuk bahasa yang dipilih, cara menjalin rasa simpati, dan sikap terhadap sekolah serta belajar harusnyalah suasana yang penuh kegembiraan, yang dapat membawa kegembiraan pula pada para siswa. Keyakinan guru akan potensi manusia dan kemampuan semua anak untuk belajar dan berprestasi merupakan satu hal yang penting diperhatikan. Aspek teladan mental guru berdampak besar terhadap iklim belajar dan pemikiran pelajar yang diciptakan guru. Guru harus memahami bahwa perasaan dan sikap siswa akan terlibat dan berpengaruh kuat pada proses belajarnya. Oleh karena itu, kemampuan dan keterampilan guru memilih strategi yang tepat untuk menciptakan interaksi menyenangkan sangat menentukan. Ketidakdisiplinan siswa di dalam kelas disebabkan karena mereka para siswa bosan dengan suasana kaku dan terlalu serius tanpa ada ruang untuk tertawa bersama. Mereka mencari kesempatan dengan cara yang mungkin saja tidak tepat untuk sekedar keluar dari rutinitas yang membosankan. Bahkan ketika kebosanan memuncak, mereka akan melakukan kegiatan yang keluar jalur, bahkan tidak jarang mengganggu teman sekelasnya. Inilah dampak dari suasana kelas yang kering tanpa tawa. Jika guru secara sadar menciptakan kesempatan untuk membawa kegembiraan ke dalam pekerjaannya, kegiatan belajar mengajar akan lebih menyenangkan. Humor dalam pembelajaran adalah komunikasi yang dilakukan guru dengan menggunakan sisipan kata, bahasa dan gambar yang mampu menggelitik siswa untuk tertawa. Sisipan humor yang diberikan dapat berbentuk anekdot, cerita singkat, kartun, karikatur, peristiwa sosial, pengalaman hidup, lelucon atau plesetan yang dapat merangsang terciptanya suasana riang, rileks, dan menyenangkan dalam pembelajaran. Bukan berbentuk lawakan yang kadang menjurus pada lelucon yang menyangkut pribadi seseorang, politik, sara, pornografi yang kurang bermanfaat. Selera humor yang tinggi merupakan salah satu bagian terpenting dari beberapa hal yang diperlukan untuk merakit sebuah kepribadian yang menarik dalam berinteraksi dengan orang lain. Humor bisa memainkan peranan penting yang istimewa dalam perkembangan sosial seseorang. Selain itu kalian bisa membedakan mana teman kalian yang humoris dan mana yang bukan. Setelah bergaul dengan mereka lebih dalam, dapat merasakan perbedaan yang mendasar antara keduanya. Maka kalian akan lebih merasa nikmat berinteraksi dengan seorang teman yang memiliki sense of humor yang tinggi. Ciri terpenting dari seorang humoris adalah ia mampu memasuki dunia orang lain dengan segala situasi. Ia mampu mengemas kemarahannya dengan bahasa humor, sehingga orang lain tidak merasa dimarahi. Sulit bagi anda untuk menebak teman humoris “apakah ia dalam bersedih atau tidak”, karena umumnya mereka mampu melahirkan kesedihan itu dengan bahasa humor yang cerdas. B. Simpulan Bila kelas diberikan, maka di dalamnya terdapat batasan sebagai sekelompok orang yang belajar bersama, yang mendapatkan pengajaran dari guru, maka di dalamnya terdapat orang yang melakukan kegiatan belajar dengan karakteristik mereka yang berbeda dari yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini perlu guru pahami agar mudah dalam melakukan pengelolaan kelas secara efektif perlu diperhatikan hal sebagai berikut: Kelas adalah sekelompok kerja yang diorganisasi untuk tujuan tertentu, yang dilengkapi oleh tugas dan diarahkan oleh guru. Dalam situasi kelas, guru bukan tutor untuk satu anak pada waktu tertentu, tetapi bagi semua anak atau kelompok. Kelompok mempunyai perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku masing – masing individu dalam kelompok itu. Kelompok mempengaruhi individu dalam hal bagaimana mereka memandang dirinya dan bagaimana belajar. Kelompok kelas menyisipkan pengaruhnya kepada anggotanya. Pengaruh yang jelek dapat dibatasi oleh usaha guru dalam membimbing mereka di kelas di kala belajar. Praktik guru waktu belajar cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa. Makin meningkat keterampilan guru mengelola secara kelompok, makin puas anggotanya di dalam kelas. Struktur kelompok, pola komunikasi, dan kesatuan kelompok ditentukan oleh cara mengelola, baik untuk mereka yang tertarik pada sekolah maupun bagi mereka yang apatis, masa bodoh atau bermusuhan. Bila begitu pengelolaan kelas yang efektif, maka itu berarti tugas yang berat bagi guru adalah berusaha menghilangkan atau memperkecil permasalahan yang terkait dengan semua problem pengelolaan kelas, seperti kurangnya kesatuan, tidak ada standart perilaku dalam bekerja kelompok, reaksi negatif terhadap anggota kelompok, moral rendah, kelas mentoleransi kekeliruan temannya, dan sebagainya. Ada beberapa manfaat humor dalam pembelajaran yaitu membangun hubungan dan meningkatkan komunikasi antara guru dan peserta didik, mengurangi stres, membuat pembelajaran menjadi menarik, dan meningkatkan daya ingat suatu materi pelajaran.

Referensi :

Darmansyah. 2010. Strategi Pembelajaran Menyenangkan dengan Humor. Jakarta: Bumi Aksara. Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Evertyson, Carolyn dan Edmund. 2009. Manajemen Kelas Untuk Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Harsanto, Radno. 2007. Pengelolaan Kelas yang Dinamis. Yogyakarta: Kanisius. Komsini dan Dwi Sri Hartini.1997. Manajemen Kelas. Semarang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Partin, Ronald. 2009. Kiat Nyaman Mengajar di dalam Kelas. Jakarta: Indeks. Soegeng, A.Y. 2012. Penelitian Tindakan Kelas dan Menulis Karya Ilmiah. Semarang: IKIP PGRI SEMARANG PRESS. IDENTITAS PENULIS clip_image002_thumb%25255B2%25255DJudul Artikel : Pengelolaan kelas yang dinamis dengan humor Nama Pengarang : Dian Rahmawati Fibriana Nomor Identitas, NIM: 3319034402910002 Institusi Kerja : Mahasiswa IKIP PGRI Semarang dan Guru Pramuka SMP 9 Semarang Email : Dyra91Fibriana@gmail.com Alamat Blog : dyrafibriana.blogspot.com Facebook : Dyra Fibriana….

 

Dipublikasi di REFERENCES

Langkah-Langkah Efektif Bisa Membaca Kitab Arab Gundul


Langkah-Langkah Efektif Bisa Membaca Kitab Arab Gundul

 

Secara ringkas, ada 4 langkah yang harus kita tempuh untuk bisa membaca dan memahami kitab Arab gundul secara baik dan benar, yaitu:

1. Menguasai ilmu sharaf
Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk-bentuk kata mengikuti pola-pola yang ada. Pembahasan dalam ilmu sharaf adalah tentang bentuk kata, dan tidak ada hubungannya dengan kalimat.
Yang dibahas dalam ilmu sharaf misalnya adalah perubahan kata  كتب (kataba), menjadi كتاب (kitaabun), atau كاتب (kaatibun), atau يكتب (yaktubu), atau كتب (kutiba), dan lain-lain. Perubahan bentuk kata ini menyebabkan perubahan makna.

2. Menguasai ilmu nahwu
Ilmu nahwu adalah ilmu yang mempelajari perubahan harakat (baris) akhir suatu kata, dan posisi kata tersebut dalam sebuah kalimat sekaligus konsekuensi dari posisi tersebut.
Misalnya, sebuah kalimat:
قرأ أحمد القرآن
Artinya: Ahmad telah membaca al-Quran.
Dari kalimat di atas, yang dipelajari dalam ilmu nahwu adalah apa posisi kata قرأ dalam kalimat dan apa konsekuensinya, apa posisi kata أحمد dalam kalimat dan apa konsekuensinya, dan apa posisi kata القرآن dalam kalimat dan apa konsekuensinya. Salah satu konsekuensi dari perbedaan posisi kata dalam kalimat adalah perubahan baris akhir dari kata tersebut. Misal huruf ن sebagai huruf terakhir dari kata القرآن, apakah ia fathah, kasrah, dhammah, atau sukun, sangat tergantung dari posisi kata القرآن dalam kalimat di atas. Inilah yang dipelajari dalam ilmu nahwu.

3. Menghafal kosakata bahasa Arab sebanyak mungkin
Menguasai ilmu sharaf dan ilmu nahwu tanpa menguasai kosakata, sama saja memiliki pistol tanpa peluru, tetap tak bisa digunakan untuk menembak.
4. Memahami dasar-dasar keilmuan yang dibahas oleh kitab Arab gundul tersebut
Misal, jika kita ingin benar-benar memahami kitab fiqih, maka selain kemampuan memahami teks bahasa Arab, kita juga perlu menguasai dasar-dasar ilmu fiqih. Demikian juga untuk ilmu-ilmu lainnya.
Contoh Aplikasi
Silakan perhatikan contoh teks Arab gundul berikut ini:
تطويل القراءة في الركعة الثانية على الأولى

Artinya: Memanjangkan bacaan di rakaat kedua lebih dari rakaat pertama.
Teks di atas merupakan bagian pembahasan hal-hal yang dimakruhkan saat shalat, yang saya kutip dari kitab موسوعة الفقه الإسلامي والقضايا المعاصرة Juz 1 hal 798 karya Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili.
Untuk bisa membaca kata تطويل dengan benar, huruf ت barisnya fathah, kasrah, dhammah, atau sukun, demikian juga huruf ط, و, dan ي, kita perlu ilmu sharaf.  Sedangkan untuk mengetahui baris dari huruf ل di kata تطويل ini, kita perlu ilmu nahwu. Kita juga perlu ilmu nahwu untuk mengetahui posisi kata تطويل ini dalam kalimat di atas,
sekaligus konsekuensi dari posisi tersebut.
Berikutnya, jelas kita harus tahu dulu, apa terjemah Indonesianya kata تطويل di atas dan kata-kata lain yang menyusun kalimat di atas. Sampai di titik ini, kita sebenarnya sudah bisa membaca dan menerjemahkan teks di atas dengan baik. Namun, ada satu hal lagi yang kita perlu kuasai, yaitu dasar-dasar ilmu fiqih, agar teks di atas yang sudah bisa kita terjemahkan benar-benar kita pahami maknanya. Misal, apa yang dimaksud dengan kata القراءة (al-qiraah) di atas, terjemah bahasa Indonesianya adalah bacaan, namun apa yang dimaksud dengan bacaan tersebut. Nah, dengan memahami fiqih shalat, kita akan mengerti maksud bacaan di atas adalah bacaan surah setelah surah al-Fatihah.
Langkah-Langkah Untuk Bisa Membaca Kitab Arab Gundul  Allahumma yassir wa ain. Membaca kitab arab gundul tulisan arab tanpa harakat atau disebut juga kitab kuning adalah sebuah  kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh setiap penimba ilmu syari

Allahumma yassir wa ain.
Membaca kitab arab gundul [tulisan arab tanpa harakat] atau disebut juga kitab kuning adalah sebuah kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh setiap penimba ilmu syari dan para calon dai. Kemampuan membaca kitab gundul akan sangat membantu setiap muslim dan muslimah dalam memahami dalil Al-Kitab maupun As-Sunnah.
Ilmu yang menopang kemampuan ini adalah nahwu dan sharaf. Ilmu nahwu adalah ilmu kaidah bahasa arab yang membahas tentang keadaan akhir kata di dalam kalimat dan perubahan yang terjadi padanya. Adapun ilmu sharaf adalah ilmu kaidah bahasa arab yang membahas pembentukan kata sebelum disusun ke dalam kalimat.
Kedua ilmu ini sangat penting untuk dipelajari. Dengan memahami ilmu nahwu seorang akan bisa membedakan antara pelaku [/fail/] dan objek [/maful bih/]. Dengan memahami ilmu nahwu seorang akan mengenali keadaan akhir dari suatu kata; apakah ia bisa berubah akhirannya ataukah tetap. Dengan ilmu nahwu pula seorang akan bisa membaca akhir kata
dengan benar; apakah ia harus dibaca /dhammah/, /fat-hah/, atau /kasrah/misalnya.
Ilmu /sharaf/ juga tidak kalah pentingnya. Karena dengan memahami /sharaf/ kita bisa mengetahui asal suatu kata dan pola-pola perubahannya. Suatu kata kerja bisa diubah menjadi kata benda. Suatu kata kerja aktif bisa diubah menjadi kata kerja pasif. Bagaimana cara membentuk kata perintah, dan lain sebagainya. Semua ini bisa dipelajaridalam ilmu /sharaf/ atau disebut juga ilmu /tashrif/.
Meskipun demikian kedua ilmu ini juga belum cukup untuk menjadi senjata yang ampuh untuk menaklukkan kitab-kitab gundul. Sebab di samping nahwu dan /sharaf/, seorang penimba ilmu juga harus memiliki kosakata//mufradat/ yang cukup untuk bisa berlatih membaca kitab. Namun, hal ini bukanlah masalah yang harus ditakuti.
Betapa banyak orang yang tadinya tidak mengenal bahasa arab sama sekali dan tidak menghafal /mufradat/ secara rutin dan terprogram namun berhasil meng-gondrongi [baca: mengharokati] tulisan arab gundul dan bahkan mampu menerjemahkannya. Tentu saja ini semua terwujud berkat taufik dan pertolongan Allah semata.
Selain itu, ada satu hal yang perlu untuk ditekankan di sini; bahwa kemampuan baca kitab ini tidak akan berarti apabila tidak digunakan dalam rangka mencapai tujuan yang benar, yaitu untuk memahami Al-Kitab dan As-Sunnah. Oleh sebab itu sangat disarankan bagi para pemula untuk mencari majelis-majelis ilmu yang membahas kitab para ulama salaf.
Dengan demikian dia akan terbiasa mendengar penjelasan, ungkapan, dan istilah para ulama; terlebih lagi dalam masalah aqidah dan tauhid yang itu merupakan perkara paling fundamental di dalam agama Islam.

Luruskan Niat
Dalam sebuah hadits yang sangat populer, dari Umar bin al-Khaththab /radhiyallahuanhu/, Rasulullah /shallallahu alaihi wa sallam/ bersabda, /Sesungguhnya amal-amal itu dinilai dengan niatnya. Dan setiap orang [yang beramal] akan dibalas selaras dengan apa yang dia
niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin dia raih atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan./ (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini adalah hadits yang sangat agung. Sebab di dalam hadits ini dipancangkan salah satu pondasi amalan; yaitu keikhlasan. Amal tidak akan diterima tanpanya. Amal apapun; apakah itu sholat, puasa, zakat, haji, demikian pula tholabul ilmi/menuntut ilmu syari. Semuanya membutuhkan niat yang benar. Oleh sebab itu, sebagian ulama hadits
mengawali karya mereka dengan hadits ini. Seperti Imam Bukhari /rahimahullah/ dalam kitabnya /Sahih Al-Bukhari/, demikian pula Imam Abdul Ghani Al-Maqdisi /rahimahullah /dalam kitabnya /Umdatul Ahkam/, dan Imam An-Nawawi /rahimahullah/ dalam kitabnya /Riyadhus Shalihin/.

Tumbuhkan Semangat
Mempelajari ilmu bahasa arab adalah bagian dari ibadah dan termasuk ajaran agama. Karena memahami Al-Quran dan As-Sunnah adalah kewajiban; sementara kita tidak akan bisa memahami keduanya dengan baik kecuali dengan bahasa arab, maka mempelajari ilmu bahasa arab menjadi sebuah kewajiban yang sangat mulia.
Rasulullah /shallallahu alaihi wa sallam/ bersabda, /Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya niscaya akan dipahamkan dalam urusan agama./ (HR. Bukhari dan Muslim dari Muawiyah /radhiyallahuanhu/) Rasulullah /shallallahu alaihi wa sallam/ juga menegaskan, /Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu [agama] maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga/ (HR. Muslim)

Cita-Cita Tinggi
Mempelajari bahasa arab bukanlah kebutuhan yang bersifat pribadi semata, bahkan ini adalah kebutuhan umat Islam dan umat manusia. Karena dengan memahami bahasa arab dan menggunakannya untuk memahami Al-Kitab dan As-Sunnah seorang muslim akan bisa mengajak manusia ke jalan Allah di atas landasan ilmu//bashirah/.
Allah /T//aala/ berfirman (yang artinya), /Katakanlah: Inilah jalanku. Aku mengajak [kalian] kepada [agama] Allah di atas bashirah/ilmu. Inilah jalanku dan jalan orang-orang yang mengikutiku. Dan maha suci Allah, aku bukan termasuk golongan orang-orang musyrik./ (QS. Yusuf: 108)
Ayat ini menunjukkan bahwa pengikut sejati Rasulullah /shallallahu alaihi wa sallam /adalah orang yang berdakwah kepada Islam/tauhid di atas ilmu. Bukan berdakwah di atas kebodohan. Bukan berdakwah dengan semangat belaka tanpa modal ilmu. Ia berdakwah dengan ikhlas; mengajak manusia untuk menghamba kepada Allah saja, bukan menghamba kepada kepentingan dunia, kepentingan kelompok atau individu tertentu.

Mengatur Waktu
Waktu adalah nikmat yang sering dilalaikan. Banyak orang yang gagal dan binasa gara-gara tidak pandai memanfaatkan waktu. Kesempatan yang Allah berikan kepada seorang hamba di alam dunia ini semestinya digunakan sebaik-baiknya. Sebab hidup di dunia hanya sekali. Setelah itu akan ada kematian dan hari kebangkitan serta pembalasan amal.
Rasulullah /shallallahu alaihi wa sallam/ bersabda, /Dua buah kenikmatan yang banyak orang tertipu karenanya; yaitu kesehatan dan waktu luang./ (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas /radhiyallahuanhuma/) Allah /taala/ bahkan telah mengingatkan (yang artinya), /Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang
yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam menetapi kesabaran./ (QS. Al-Ashr: 1-3) Surat yang ringkas ini menggambarkan kepada kita bahwa kerugian di alam dunia ini dialami oleh orang yang tidak membekali dirinya dengan keimanan, amal salih, dakwah, dan kesabaran. Orang yang tenggelam dalam kekafiran, syirik, kemaksiatan, kebidahan, dan hawa nafsu adalah barisan orang-orang yang merugi.
Oleh karenanya, seorang penuntut ilmu yang berusaha untuk memahami bahasa kitab sucinya untuk memanfaatkan waktu dan kesempatan yang Allah berikan kepadanya sebaik-baiknya. Mungkin anda punya waktu luang satu jam atau setengah jam setiap harinya yang bisa anda gunakan untuk membaca pelajaran dan mengulang-ulang materi yang telah diberikan. Sungguh itu adalah amalan yang sangat berharga bagi anda.

Fokus Terhadap Pelajaran dan Belajar Secara Bertahap
Terkadang dijumpai sebagian orang yang telah lama mengikuti pengajian dan bahkan sempat belajar bahasa arab berkali-kali akan tetapi masih saja belum bisa membaca kitab. Diantara sebab utama yang banyak terjadi di lapangan adalah dikarenakan tidak fokusnya mereka dalam belajar. Mereka bersemangat akan tetapi tidak mengerti bagaimana menyalurkan semangatnya. Sehingga mereka aktif pengajian kesana kemari namun ilmu
bahasa arab dan kemampuan baca kitabnya tidak kunjung bertambah. Tentu saja, yang kita maksudkan di sini adalah orang-orang yang masih memiliki kemampuan untuk belajar. Bukan orang yang sudah pikun yang sering lupa atau orang gila yang tidak sadar apa yang dia ucapkan atau lakukan. Sebab mereka adalah para pemuda dan belum memasuki jenjang lansia. Tidak jarang pula kita dapati mereka adalah orang yang aktif mengurus kajian dan menggerakkan berbagai kegiatan islam dan dakwah. Ini merupakan fenomena memprihatinkan. Terlebih lagi jika kita cermati berbagai kasus berbau fanatisme golongan; tidak sedikit diantaranya yang dipicu oleh orang-orang yang tidak paham tentang ilmu-ilmu Islam yang mendasar, dan juga tidak paham bahasa arab. Mereka ikut andil dalam pergolakan dan perseteruan yang seolah tak berkesudahan. Semata-mata karena sosok [baca: ustadz atau dai] yang mereka ikuti berlainan. Padahal, ulamanya sama, kitabnya sama, dan aqidahnya pun sama. Mereka ingin menyelesaikan pertikaian dengan kebodohan dan semangat berapi-api yang tidak bisa membedakan antara berjihad dengan lisan dan berbuat jahat dengan ucapan.
Padahal, sebagaimana telah diungkapkan oleh Imam Bukhari /rahimahullah/ dalam Sahihnya, ketika beliau menukil sebagian ucapan ulama salaf tentang makna istilah /rabbani/. Beliau berkata,
/Rabbani/ adalah orang yang membina manusia dengan ilmu-ilmu yang kecil/dasar sebelum ilmu-ilmu yang besar. Lantas, apakah kenyataan yang kita saksikan sama seperti apa yang digambarkan di dalam riwayat ini?
Para penimba ilmu yang dirahmati Allah, agama kita yang mulia ini sangat menghargai kehormatan para ulama. Seperti yang digambarkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal /rahimahullah/ di mukadimahnya dalam kitab /Ar-Radd ala Al-Jahmiyah/; bahwa para ulama lah yang menghidupkan orang-orang yang telah mati [hatinya] dengan Kitabullah, mereka lah yang mengajak orang sesat kepada hidayah, mereka lah yang memberikan pencerahan kepada mereka yang buta [mata hatinya] dengan cahaya [ilmu] dari Allah. Mereka
lah yang membersihkan Kitabullah dari tawil/penyelewengan orang-orang jahil, kedustaan para pembohong, dan menyingkirkan /tahrif//penyimpangan orang-orang ekstrim.
Salah satu bentuk pemuliaan kita terhadap ilmu yang mereka bawa adalah dengan fokus dalam belajar dan bertahap dalam mempelajarinya. Sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat /radhiyallahuanhum/. Mereka mempelajari sepuluh ayat al-Quran dan berusaha memahami ilmu, keimanan dan amal yang terdapat di dalamnya. Sehingga hidup mereka penuh dengan keberkahan. Ucapan dan amalan mereka pun menjadi teladan bagi
generasi yang datang sesudahnya. Padahal, sebelumnya mereka terbenam dalam kejahiliyahan dan keburukan. Kemudian dengan Islam lah mereka dimuliakan.
Rasulullah /shallallahu alaihi wa sallam/ bersabda, /Sesungguhnya Allah akan mengangkat dengan Kitab ini sebagian orang dan akan merendahkan sebagian yang lain dengannya pula./ (HR. Muslim dari Umar bin al-Khaththab /radhiyallahuanhu/)

Bacalah al-Quran !
Sebagaimana sudah ditegaskan di awal, bahwa tujuan belajar membaca kitab gundul adalah untuk memahami al-Kitab dan as-Sunnah. Oleh sebab itu sangat tidak pantas bagi seorang penuntut ilmu -yang mengharapkan kedekatan diri di sisi Rabbnya- untuk kemudian mengosongkan hari-harinya dari kegiatan membaca al-Quran dan men-tadabburinya.
Rasulullah /shallallahu alaihi wa sallam/ telah bersabda, /Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya./ (HR. Bukhari dari Utsman bin Affan/radhiyallahuanhu/)
Membaca al-Quran adalah termasuk dzikir kepada Allah. Sementara dzikir kepada Allah akan menambah keimanan dan sebab datangnya pertolongan, hidayah dan keselamatan.
Allah /taala/ berfirman (yang artinya), /Hanyalah orang-orang beriman itu adalah yang apabila disebut nama Allah maka bergetarlah hati mereka. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah keimanan mereka. Dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka./ (QS. Al-Anfaal: 2) Allah /taala/ juga berfirman (yang artinya), /Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan tidak pula celaka./ (QS. Thaha: 123)

Bacalah Hadits!
Rasulullah /shallallahu alaihi wa sallam/ -sebagaimana kita yakini- adalah manusia yang menyampaikan wahyu Allah kepada kita. Beliau lah sebaik-baik manusia yang memahami tafsir al-Quran dan hukum-hukum Allah. Allah /taala/ berfirman (yang artinya), /Barangsiapa yang menaati rasul, sesungguhnya dia telah menaati Allah./ (QS. An-Nisaa: 80) Oleh sebab itu para ulama menerangkan, bahwa makna keimanan beliau sebagai rasul adalah; membenarkan beritanya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya, beribadah dengan tata-cara yang diajarkannya, dan berhukum dengan hukum-hukumnya.
Dengan demikian sudah semestinya seorang penuntut ilmu untuk meluangkan
waktu membaca sabda-sabda manusia terbaik sepanjang masa. Menelaah
lembaran-lembaran nasehat dan pelajaran yang beliau wariskan kepada kita umatnya. Bagaimana mungkin seorang penuntut ilmu -yang berusaha untuk memahami Kalam Rabbnya- kemudian berpaling dari memetik hikmah dan faidah dari hadits-hadits Nabi akhir zaman yang membawa rahmat bagi segenap alam? Semoga salawat dan salam tercurah kepadanya, para sahabat, dan segenap pengikut setia mereka.

Koleksi Kitab Ulama
Penimba ilmu al-Kitab dan as-Sunnah sangat memerlukan keterangan dari
para ulama. Apakah ulama tafsir, hadits maupun fiqih. Terlebih lagi dalam masalah aqidah atau tauhid. Karena itulah mengumpulkan karya-karya mereka dalam bentuk kitab atau file di dalam komputer adalah metode yang sangat tepat dan bermanfaat. Sehingga sewaktu-waktu kita butuhkan, dengan mudah kita akan bisa menemukan apa yang kita inginkan. Kitab para ulama tentu sangat banyak jumlahnya. Terkadang satu judul kitab saja sudah kita temukan berjilid-jilid dan tiap jilidnya terdiri dari beratus-ratus halaman. Oleh sebab itu seorang penimba ilmu harus mengenal berbagai tipe kitab para ulama. Ada diantara kitab ulama itu yang ditulis berdasarkan susunan ayat sehingga jadilah ia kitab tafsir. Ada diantara kitab ulama yang disusun berdasarkan susunan hadits sehingga jadilah ia kitab syarah hadits. Ada pula kitab ulama yang khusus membahas bidang ilmu tertentu semacam aqidah, tauhid, fikih, adab, akhlak, siroh, dan lain sebagainya.
Untuk bisa mengetahui tingkatan buku atau kitab ulama seorang penuntut ilmu mesti mencari keterangan buku-buku apakah yang semestinya dibaca bagi pemula dan buku-buku apa yang sifatnya sebagai rujukan dan buku-buku apa yang memang ditulis bagi yang ilmunya sudah mapan dan mendalam. Diantara kitab yang bisa dibaca dalam hal ini misalnya /Kitab al-Ilmi/ karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin /rahimahullah/ atau /Maalim fi Thariq Thalab al-Ilmi/ karya Syaikh Abdul Aziz As Sad-han /hafizhahullah./

Kitab Matan dan Kitab Syarah
Diantara istilah yang perlu diketahui oleh para penimba ilmu adalah matan dan syarah. Matan adalah teks asli tanpa uraian penjelasan. Sepeti misalnya matan /Shahih Bukhari/, matan /Shahih Muslim/, matan /Umdatul Ahkam/, matan /Hadits Al Arbain An Nawawiyyah/, matan /Kitab At Tauhid/, dsb. Adapun yang dimaksud dengan syarah adalah penjelasan
terhadap matan-matan tersebut. Sehingga bisa kita temukan kitab-kitab yang berisi /syarah/ terhadap /Sahih Bukhari/, /Sahih Muslim/, /Umdatul Ahkam/, /Hadits Al Arbain An Nawawiyyah/, ataupun /Kitab At Tauhid/.
Kitab /syarah/ ini pun beraneka ragam. Ada diantara kitab syarah ini yang ringkas, dan biasa disebut dengan istilah /taliq//komentar atau /hasyiyah//catatan pinggir. Misalnya /taliq/ terhadap /Matan al-Aqidah ath-Thahawiyah/ oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani /rahimahullah/ dan kitab /Hasyiyah Tsalatsatul Ushul/ karya Syaikh Abdurrahman bin Qasim /rahimahullah/.
Ada lagi yang berupa uraian panjang lebar, dan inilah yang sering disebut dengan istilah /syarah/. Semacam kitab /syarah Sahih al-Bukhari/yang berjudul /Fat-hul Bari/ karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani /rahimahullah/ atau kitab /syarah Umdatul Ahkam/ yang
berjudul /Taisir al-Allam/ karya Syaikh Abdullah Al-Bassam /rahimahullah/.   *

Koleksi Audio Ceramah Ulama
Tidaklah samar bagi kita di masa sekarang ini pesatnya kemajuan teknologi informasi. Diantaranya adalah berupa kemudahan untuk mendapatkan rekaman kajian dan ceramah/muhadharah para ulama dari berbagai negeri, baik yang disediakan di website mereka atau website dakwah lainnya. Mendengarkan ceramah mereka -yang notabene berbahasa arab- tentu akan sangat membantu kita dalam memperkaya kosakata dan
membiasakan diri mendengar keterangan berbahasa arab dari para ulama.
Hal ini akan sangat efektif apabila kita juga telah memiliki kitab atau materi yang dibahas dalam kajian atau ceramah mereka. Tidak jarang juga ceramah mereka yang telah ditranskrip atau dibukukan dalam bentuk tulisan. Hal ini sangat membantu para penimba ilmu pemula yang belum terbiasa menyimak penjelasan berbahasa arab, sebab mereka bisa
membandingkan suara yang didengarkan dengan hasil transkrip yang dibaca.
Apabila kita cermati, sebagian ulama lebih banyak menyampaikan ceramah daripada menulis kitab. Meskipun demikian ternyata kita dapati banyak kitab karya beliau. Bagaimana bisa demikian? Tentu saja ini adalah hasil buah pena murid-muridnya yang menuliskan ulang penjelasan guru mereka kemudian diterbitkan dalam bentuk kitab. Salah satu contoh yang populer dalam hal ini adalah Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin /rahimahullah/. Banyak kitab beliau yang asalnya adalah pelajaran secara lisan yang kemudian dibukukan.
Contoh lain -yang sekarang masih hidup- adalah Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan /hafizhahullah/ dengan sejumlah kitab yang merupakan hasil transkrip dari pelajaran lisan yang beliau berikan. Misalnya,
kitab /al-Irsyad ila Shahih al-Itiqad/. Begitu pula kitab /Durus fiSyarhi Nawaqidhil Islam/, /Ianat al-Mustafid bi Syarh Kitab at-Tauhid/, dsb. Contoh lainnya juga -yang sekarang masih hidup dan bisa diperoleh transkrip  ceramah-ceramahnya di internet- adalah Syaikh Dr. Shalih bin Saad as-Suhaimi /hafizhahullah/. Diantara pembahasan sangat bermanfaat -dalam bab keimanan- yang beliau sampaikan adalah kajian kitab /at-Taudhih wal Bayan li Syajarat al-Iman/ karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sadi /rahimahullah; /penulis kitab tafsir /Taisir al-Karim
ar-Rahman/. Dan diantara pembahasan paling berharga lainnya yang dibawakan oleh Syaikh Shalih as-Suhaimi adalah kajian kitab /Taisir al-Karim ar-Rahman/ karya Syaikh as-Sadi yang juga bisa didownload di internet. Hanya saja untuk pembahasan kedua kitab ini kami belum menemukan transkripnya. Bagaimana Cara Membaca dan Memahami Kitab Arab Gundul?
Kitab Arab gundul secara luas bisa kita definisikan seluruh buku teks yang ditulis dengan huruf dan bahasa Arab, seringnya tanpa baris. Jika kita persempit, maka tema kitab Arab gundul adalah tema-tema keislaman, berupa tafsir, hadits, fiqih, ushul fiqih, ulumul hadits, ulumul quran, bahasa, sejarah Islam, dan yang semisalnya. Secara ringkas, ada 4 langkah yang harus kita tempuh untuk bisa membaca dan memahami kitab Arab gundul secara baik dan benar, yaitu:

1. Menguasai ilmu sharaf
Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk-bentuk kata mengikuti pola-pola yang ada. Pembahasan dalam ilmu sharaf adalah tentang bentuk kata, dan tidak ada hubungannya dengan kalimat.
Yang dibahas dalam ilmu sharaf misalnya adalah perubahan kata  
كتب* (kataba), menjadi كتاب (kitaabun), atau كاتب (kaatibun), atau يكتب (yaktubu), atau كتب (kutiba), dan lain-lain. Perubahan bentuk kata ini enyebabkan perubahan makna.

2. Menguasai ilmu nahwu
Ilmu nahwu adalah ilmu yang mempelajari perubahan harakat (baris) akhir
suatu kata, dan posisi kata tersebut dalam sebuah kalimat sekaligus konsekuensi dari posisi tersebut.
Misalnya, sebuah kalimat:

قرأ أحمد القرآن

Artinya: Ahmad telah membaca al-Quran.
Dari kalimat di atas, yang dipelajari dalam ilmu nahwu adalah apa posisi kata قرأ dalam kalimat dan apa konsekuensinya, apa posisi kata أحمد dalam kalimat dan apa konsekuensinya, dan apa posisi kata القرآن dalam kalimat dan apa konsekuensinya. Salah satu konsekuensi dari perbedaan posisi kata dalam kalimat adalah perubahan baris akhir dari kata tersebut. Misal huruf ن sebagai huruf terakhir dari kata القرآن,
apakah ia fathah, kasrah, dhammah, atau sukun, sangat tergantung dari posisi kata القرآن dalam kalimat di atas. Inilah yang dipelajari dalam ilmu nahwu.
3. Menghafal kosakata bahasa Arab sebanyak mungkin
Menguasai ilmu sharaf dan ilmu nahwu tanpa menguasai kosakata, sama saja memiliki pistol tanpa peluru, tetap tak bisa digunakan untuk menembak.
4. Memahami dasar-dasar keilmuan yang dibahas oleh kitab Arab gundul tersebut
Misal, jika kita ingin benar-benar memahami kitab fiqih, maka selain kemampuan memahami teks bahasa Arab, kita juga perlu menguasai dasar-dasar ilmu fiqih. Demikian juga untuk ilmu-ilmu lainnya.

Contoh Aplikasi
Silakan perhatikan contoh teks Arab gundul berikut ini:
تطويل القراءة في الركعة الثانية على الأولى
Artinya: Memanjangkan bacaan di rakaat kedua lebih dari rakaat pertama.

Teks di atas merupakan bagian pembahasan hal-hal yang dimakruhkan saat shalat, yang saya kutip dari kitab موسوعة الفقه الإسلامي والقضايا المعاصرة Juz 1 hal 798 karya Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili.
Untuk bisa membaca kata تطويل dengan benar, huruf ت barisnya fathah, kasrah, dhammah, atau sukun, demikian juga huruf ط, و, dan ي, kita perlu ilmu sharaf.  Sedangkan untuk mengetahui baris dari huruf ل di kata تطويل ini, kita perlu ilmu nahwu. Kita juga perlu ilmu nahwu untuk mengetahui posisi kata تطويل ini dalam kalimat di atas,
sekaligus konsekuensi dari posisi tersebut.
    Berikutnya, jelas kita harus tahu dulu, apa terjemah Indonesianya kata تطويل di atas dan kata-kata lain yang menyusun kalimat di atas. Sampai di titik ini, kita sebenarnya sudah bisa membaca dan menerjemahkan teks di atas dengan baik.
    Namun, ada satu hal lagi yang kita perlu kuasai, yaitu dasar-dasar ilmu fiqih, agar teks di atas yang sudah bisa kita terjemahkan benar-benar kita pahami maknanya. Misal, apa yang dimaksud dengan kata القراءة (al-qiraah) di atas, terjemah bahasa Indonesianya adalah bacaan, namun apa yang dimaksud dengan bacaan tersebut. Nah, dengan memahami fiqih shalat, kita akan mengerti maksud bacaan di atas adalah bacaan surah setelah surah al-Fatihah.

Dipublikasi di REFERENCES

          MEMAHAMI NILAI-NILAI DAN NORMA-NORMAYANG BERLAKU DI MASYARAKAT


Masayarakat merupakan lingkungan pendidikan non formal yang tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan pendidikan formal, sebab di dalam masyarakat anak lebih leluasa dan lebih banyak waktu untuk berkembang. Sekolah sebagai pusat pendidikan, lahir, tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan merupakan perangkat masyarakat. Pada sisi lain keberadaan sekolah sebagai lembaga sosial yang terletak di tengah-tengah masyarakat memungkinkan pula sekolah menjadi lingkungan pendidikan dengan ciri khas masyarakat belajar di dalamnya. Dalam hal ini pendidikan di sekolah harus mengenal nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pedoman  hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara yang baik.A. Setiap Orang Terlahir dalam Keadaan Baik. Bayi lahir di dunia pada dasarnya dalam keadaan baik dan tanpa dosa. Walaupun dia terlahir dari seorang ibu yang berperilaku tidak baik. Manusia terlahir dibekali oleh Tuhan dengan segala potensi kebaikan. Tidak semua orang menyadari bahwa sebenarnya dirinya memiliki potensi. Namun seiring dengan pertumbuhannya, dia bergaul dengan lingkungan. Lingkungan inilah yang ikut mempengaruhi kepribadian, kecerdasan dan segala macam aspek yang dimiliki setiap individu.
B. Pengaruh Lingkungan terhadap Perilaku Manusia. Konsep behaviouristik  memandang bahwa tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya. Individu bisa menjadi baik atau tidak ditentukan lingkungannya. Seiring dengan perkembangannya dan sejalan dengan waktu, manusia berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan soaial maupun non sosial. Seorang remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sosialnya. Bila lingkungan sosialnya baik, maka ada kecenderungan remaja tersebut baik, demikian pula sebaliknya. Maka tidak heran apabila ada anak seorang ahli agama, namun anaknya bertingkah laku menyimpang dari ajaran agamanya. C. Norma-Norma yang Berlaku di Masyarakat.Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok  lainnya. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga , lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat yang menginginkan hidup aman, tenteram, dan damai tanpa gangguan, maka baginya perlu mempunyai pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing. Tata peraturan  itu lazim disebut kaidah ( berasal dari bahasa Arab ) atau norma ( berasal dari bahasa latin ) atau ukuran-ukuran.Norma-norma itu mempunyai dua macam isi dan menurut isinya berwujud : perintah dan larangan. Apakah yang dimaksud  perintah dan larangan menurut isi norma tersebut ? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena kibat-akibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipanang tidak baik. Ada bermacam-macam norma yang erlaku di masyarakat. Macam-macam norma yang telah dikenal luas ada empat, yaitu : norma agama, kesusilaan, kesopanan dan hokum.1. Norma Agama Norma agama ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “ siksa” kelak di akherat. Contoh norma agama ini di antaranya  ialah larangan untuk membunuh dan mencuri, perintah untuk beribadah dan berbuat baik terhadap sesama.2. Norma KesusilaanNorma kesusilaan ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia. Contoh norma ini  di antaranya ialah larangan mencuri milik orang lain, berlaku jujur, atau berbuat baik terhadap sesame manusia.3. Norma KesopananNorma kesopanan ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormatmenghormati. Akibat dari pelangaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.Hakekat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat ( regional ) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. Contoh norma ini di antaranya adalah : mendahulukan wanita ketika di dalam kereta api, bus dan lain-lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi, tidak makan sambil berbicara, tidak meludah di lantai atau di sembarang tempa, orang muda harus menghormati orang yang lebih tua, dan lain-lain.4. Norma HukumNorma hukum ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan Negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin dan agama.Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini di antaranta ialah hukum untuk tidak menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setinggi-tinginya 15 tahun, larangan mengganggu ketertiban umum, dan lain-lain. Hukum biasanya dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis, atau disebut juga perundang-undangan. Perundang-undangan baik yang sifatnya nasional maupun peraturan daerah dibuat oleh lembaga formal yang diberi kewenangan untuk membuatnya. Oleh karena itu, norma hokum sangat mengikat bagi warga negara.5. Hubungan Antar NormaKehidupan manusia dalam masyarakat, selain diatur oleh hukum juga diatur oleh norma-norma agama, kesusilaan, dan kesopanan serta kaidah-kaidah lainnya. Kaidah-kaidah sosial itu mengikat dalam arti dipatuhi oleh anggota masyarakat di mana  kaidah itu berlaku. Hubungan antara hukum dan kaidah –kaidah sosial lainnya itu saling mengisi. Artinya kaidah sosial mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dalam hal-hal hukum tidak mengaturnya. Selain saling mengisi, juga saling memperkuat. Suatu kaidah hukum, misalnya “ kamu tidak boleh mencuri” diperkuat oleh kaidah sosial lainnya seperti kaidah agama, kesusilaan, dan adat juga berisi suruhan yang sama. Dengan demikian, tanpa adanya kaidah  hukum pun dalam masyarakat sudah ada larangan   untuk tidak mencuri. Hal yang sama juga berlaku untuk “penipuan”, “penggelapan”, atau pelanggaran hukum lainnya. Hubungan antara norma agama, kesusilaan, kesopanan dan hokum yang tidak dapat dipisahkan itu dibedakan karena masing-masing memiliki sumber yang berlainan. Norma agama sumbernya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Norma kesusilaan sumbernya suara hati,.Norma kesopanan sumbernya keyakinan masyarakat yang bersangkutan dan norma hukum sumbernya peraturan perundang-undangan.

 

 

 

 

 

Dipublikasi di REFERENCES

Tersenyum hadapi Ramadham, semangat jalani Ramadhan


IMG_20160630_180601.jpg

Apabila kita hadapi Bulan Ramadhan kita dianjurkan menyambutnya  dengan tersenyum bahagia  pada saat  telah tiba kIta harus jalaninya penuh semangat. Sebagai wujud rasa syukur kita masih diberi kesempatan bertemu drngan Ramadhan. Amiiin

Dipublikasi di REFERENCES | Tag

Minum Kopi yang Baik


#info_you
Minum kopi menjadi baik asal tidak berlebihan. Bebaskanpenyumbatan pada pembuluh kapiler

#info_you Minum kopi menjadi baik asal tidak berlebihan. Bebaskanpenyumbatan pada pembuluh kapiler

A post shared by Nuril Anwar (@nuril_anwar59) on

Dipublikasi di REFERENCES | Tag