Penumbuhan Budi Pekerti

gb-8-penumbuhan-budi-pekerti

gb-1-penumbuhan-budi-pekerti

Penumbuhan Budi Pekerti (Hasil workshop K 13 update 2016, nara sumber :Instruktur Nasional)

PENUMBUHAN

gb-2-penumbuhan-budi-pekerti

  • Kemendikbud merancang aturan  tentang  penumbuhan budi  pekerti  ini  sebagai gerakan.
  • Gerakan berarti  menjadikan aturan  ini  sebagai  milik bersama
  • Penumbuhan budi pekerti tak cukup hanya  diterapkan  di sekolah.

Ia  adalah  proses menyeluruh.

Dari  sisi  tempat, berarti dipraktikkan di sekolah, rumah,  maupun  lingkungan sekitar; dari  sisi waktu, berarti senantiasa  dilaksanakan  setiap waktu; dari  sisi pelaku, berarti dilakukan  oleh  semua  pelaku pendidikan.

 

  • GERAKAN

gb-2-penumbuhan-budi-pekerti

  • Kemendikbud menggunakan istilah penumbuhan, bukannya penanaman.
  • Menanam bermakna menaruh bibit atau benih ke dalam tanah. Bibitnya kita sudah tentukan, biasanya kita pilih, kita seragamkan. Sementara kata menumbuhkan berarti menumbuhkembangkan bibit yang sudah ada.
  • Kemendikud meyakini bahwa pada dasarnya setiap siswa memiliki bibit-bibit nilai positif.
  • Siswa perlu pembiasaan yang memungkinkan pengetahuan itu menjadi karakter diri dalam keseharian dan akhirnya menjadi budaya bersama.

 

BUDI PEKERTI

 

  • Melalui Permendikbud No. 23 Tahun 2015 ini Kemendikbud mendorong agar semua pelaku pendidikan memiliki budi pekerti.

 

  • Caranya dengan menciptakan iklim sekolah dan lingkungan yang lebih baik, agar semua warganya turut berbudi pekerti.

NON KULIKULER

 

  • Penumbuhan ini tak dimasukkan ke intra kurikuler
  • Secara bahasa, pembiasaan berarti proses agar sesuatu menjadi biasa
  • Jika jujur hanya diajarkan lewat intra kurikuler, maka hanya akan menjadi pengetahuan. Ketika diuji nilainya tentu tinggi. Namun, pada praktiknya seringkali tak muncul.
  • Karena itu, dalam Penumbuhan ini Kemendikbud menggunakan jalur non-kurikuler.

 

 

7 nilai positif yang ditumbuhkan dalam Penumbuhan ini. 

 

  1. Internalisasi sikap moral dan spiritual
  2. Keteguhan menjaga semangat kebangsaan dan kebhinekaan

untuk merekatkan persatuan bangsa

  1. Interaksi sosial positif antara peserta didik dengan figur orang dewasa di lingkungan sekolah dan rumah,

 

 

 

 

  1. Interaksi sosial positif antara peserta didik dengan figur orang dewasa di lingkungan sekolah dan rumah,

 

  1. Interaksi sosial positif antarpeserta didiK

 

  1. Memelihara lingkungan sekolah

 

  1. Penghargaan terhadap keunikan potensi peserta didik untuk dikembangkan

 

  1. Penguatan peran orangtua dan unsur masyarakat yang terkait

 

 

 

 PRINSIP PENERAPAN PENUMBUHAN

 

  • Visi Kemendikbud 2019 adalah membentuk insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter.
  • Ada 3 strategi, yaitu penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan, meningkatkan mutu dan akses, dan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik
  • Strategi pertama mendorong siswa aktif di satu sisi, dan meningkatkan kemampuan dalam berperan di sisi lainnya.
  • Strategi ke tiga, khususnya tentang pelibatan publik, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan. Masyarakat dan keluarga juga memiliki peran saat penerapan Penumbuhan

 

WAKTU PELAKSANAAN

 

  • Penumbuhan ini dilaksanakan sepanjang proses pembelajaran di sekolah, sejak seorang siswa
  • masuk sekolah hingga lulus.
  • Untuk Sekolah Dasar (SD) dilaksanakan mulai siswa hari pertama masuk sekolah.
  • Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Pendidikan Khusus dilaksanakan mulai hari pertama Masa
  • Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB).